Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026

Swiss berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kolombia 4-3 lewat adu penalti. Ini pencapaian pertama Swiss sejak 1954.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, VANCOUVER – Swiss berhasil menyingkirkan Kolombia dari ajang Piala Dunia 2026 setelah memenangkan adu penalti 4-3 di BC Place, Vancouver. Kamis (09/07/2026)

Kemenangan dramatis ini menandai kali pertama Swiss melangkah ke babak perempat final Piala Dunia sejak tahun 1954.

Mereka dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat melawan Lionel Messi dan Argentina di Kansas City pada hari Sabtu.

Pertandingan babak 16 besar tersebut berlangsung sengit selama lebih dari 120 menit tanpa adanya gol.

Article ad in the middle of article

Adu penalti menjadi satu-satunya penentu setelah kedua tim tidak mampu memecah kebuntuan.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian bersejarah ini.

“Saya pikir saya membutuhkan beberapa jam atau hari lagi untuk memproses apa yang baru saja terjadi. Ini adalah mimpi,” ujar Murat Yakin (pelatih Swiss) setelah pertandingan di BC Place, Vancouver, Kamus (09/07/2026) dini hari.

Yakin mengklaim bahwa pertandingan berjalan persis sesuai rencana, meski ia mengakui detail taktik menjadi kunci utama.

Manajer Kolombia, Néstor Lorenzo, juga menyebut laga ini sebagai pertandingan yang ketat dan sangat taktis.

“Kami sadar ini akan menjadi pertandingan taktis yang ketat,” kata Néstor Lorenzo (manajer Kolombia) di BC Place, Vancouver, Selasa (07/07/2026). “Tentu saja, kami seharusnya mencetak gol.”

Sepanjang 120 menit, kedua tim saling menyerang dengan hati-hati, namun penyelesaian akhir yang mematikan sangat dirindukan.

Kolombia memiliki banyak peluang berbahaya yang gagal dimanfaatkan, termasuk tendangan Jaminton Campaz dari jarak dekat di menit ke-116 yang melambung di atas mistar gawang.

Absennya gelandang Swiss, Johan Manzambi, yang merupakan pencetak gol terbanyak mereka, karena cedera lutut sehari sebelumnya, memengaruhi rencana taktis Yakin. Ia berharap pemain terbaiknya itu bisa segera kembali ke lapangan hijau.

Pada menit ke-21, upaya tendangan melengkung Gustavo Puerta dari Kolombia berhasil ditepis gemilang oleh kiper Swiss, Gregor Kobel.

Sembilan menit berselang, kiper Kolombia, Camilo Vargas, juga menepis dua upaya berbahaya dari Dan Ndoye dengan penyelamatan serupa.

Di babak kedua, Luis Suárez dari Kolombia gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang pada menit ke-63.

Kolombia juga sempat tidak diberikan penalti di babak perpanjangan waktu setelah Campaz dijatuhkan di area penalti.

Jhon Lucumí dari Kolombia hampir mencetak gol, namun sundulannya dari sepak pojok membentur mistar gawang.

Tendangan jarak jauh Campaz juga memaksa Kobel melakukan penyelamatan cerdas.

Dalam adu penalti, Davinson Sánchez dari Kolombia gagal mencetak gol setelah tendangannya membentur mistar gawang.

Penyelamatan krusial juga dilakukan Kobel terhadap tendangan penalti Cucho Hernández, mengamankan kemenangan Swiss dan meloloskan timnya.

“Dia adalah kekuatan yang dahsyat,” ujar Murat Yakin (pelatih Swiss) di BC Place Vancouver. “Dia bisa dibilang salah satu penjaga gawang terbaik [di dunia]. Dia tidak mengambil terlalu banyak risiko dan dia benar-benar menemukan dirinya dalam pertandingan. Kami sangat senang dia bisa membantu kami.”

Sebanyak 52.497 penonton memadati BC Place, Vancouver, dengan mayoritas mengenakan warna kuning khas Kolombia. Meski dengan dukungan penuh, Kolombia tetap harus pulang dengan kekecewaan dan tanpa hasil.

“Mereka pemain yang luar biasa, tidak ada yang perlu disalahkan,” kata Néstor Lorenzo (manajer Kolombia) di BC Place, Vancouver. “Terkadang Anda mencetak gol, terkadang tidak.”

Article ad after last paragraph