HARIANEXPRESS, BOSTON – Kylian Mbappé membawa Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko 2-0 di Boston Stadium. Jumat (10/07/2026)
Tim Ayam Jantan tampil dominan dengan gaya menyerang yang agresif, mengakhiri perlawanan Maroko tanpa balas.
Kemenangan ini menjadi bukti evolusi taktik Pelatih Didier Deschamps yang kini mengadopsi lini serang bebas.
Kylian Mbappé menjadi figur kunci, mencetak gol pembuka yang menakjubkan dan memberikan assist untuk gol kedua.
Gol Mbappé tercipta pada menit ke-60 melalui tendangan dengan sentuhan efek melewati bek Issa Diop.
Tembakan Mbappé melengkung indah menuju gawang dan tercatat melaju pada kecepatan 98 km/jam, sebuah penyelesaian yang tak bisa diselamatkan.
Sebelumnya, Mbappé sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, yang berhasil ditepis kiper Maroko Yassine Bounou.
Ousmane Dembélé kemudian menggandakan keunggulan Prancis setelah menerima umpan dari Mbappé.
Tembakan Dembélé diarahkan ke sudut bawah gawang, melewati penjaga gawang yang pandangannya terhalang Noussair Mazraoui.
Dominasi Prancis terlihat dari banyaknya peluang yang diciptakan, jauh melebihi performa mereka di semifinal 2022 melawan lawan yang sama.
Di babak pertama saja, Prancis sudah memiliki empat kali lebih banyak tembakan ke gawang dibanding keseluruhan pertandingan tahun 2022.
Meski menguasai bola lebih sedikit dari lawan di akhir pertandingan, momentum tidak pernah berbalik melawan Prancis.
Gelandang Manu Koné menampilkan performa luar biasa, mengamankan tempat di lini tengah yang masih diperdebatkan.
Adrien Rabiot juga mengungkapkan kepercayaan diri tim setelah pertandingan.
“Kami merasa mereka tidak berbahaya saat kami menguasai bola. Kami merasa seolah-olah tidak perlu takut pada mereka.” ujar Adrien Rabiot (Pemain Timnas Prancis) kepada M6.
Prancis akan melanjutkan perjuangan mereka di semifinal menghadapi pemenang antara Spanyol atau Belgia.
Pertandingan semifinal tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Dallas.
Kylian Mbappé harus ditarik keluar lapangan 13 menit menjelang pertandingan berakhir karena masalah pergelangan kaki.
Meski demikian, Deschamps percaya timnya siap menghadapi tantangan selanjutnya.


