Ipnu Subroto Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS – Manchester City divonis bersalah atas 114 kasus pelanggaran finansial oleh Premier League. Namun, Rodri meyakini klubnya tidak melakukan kesalahan dan mampu mengatasi persoalan hukum tersebut secara tenang, Sabtu (26/9/2026).
Premier League menjatuhkan vonis setelah merampungkan proses penyelidikan selama tiga tahun terhadap klub tersebut. Secara keseluruhan, terdapat 114 pelanggaran yang dinyatakan terbukti dari total 115 dakwaan awal.
Rincian pelanggaran mencakup 54 kasus finansial periode 2009-2018 serta 14 kasus terkait kontrak agen dan pemain. Selain itu, ada pula lima pelanggaran aturan UEFA 2013-2018 dan tujuh pelanggaran aturan keuntungan serta keberlanjutan (PSR) Premier League 2015-2018.
Pihak penyelenggara liga juga menyatakan terjadi 35 pelanggaran karena sikap tidak kooperatif sepanjang proses investigasi sejak Desember 2018 hingga Februari 2023. Akibat rentetan dakwaan ini, klub terancam sanksi berat berupa degradasi hingga pencabutan gelar domestik yang diraih pada periode tersebut.
Rodri yang telah membela tim sejak 2019 menanggapi situasi ini dengan optimistis. Ia membandingkan kasus ini dengan sanksi UEFA pada tahun 2020 yang akhirnya dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
“Kami sudah merasakan hal serupa pada 2020, proses penyelidikannya sama, meski dengan tuduhan berbeda, cuma itu yang berubah. Klub selalu berkomunikasi dengan baik secara tenang, memastikan tidak ada yang dilanggar dan tidak bersalah,” ujar Rodri.
“Kami percaya dengan klub dan bahkan mereka langsung membantah ketika pertama kali divonis bersalah. Semoga saja ada keadilan, apapun yang terjadi, tapi saya percaya dengan kekebalan hukum klub. Mereka meminta kami (pemain) tetap santai, karena mereka akan membereskan itu,” tambahnya.











