Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Mesir Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Australia Lewat Adu Penalti

Mesir mencetak sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di Dallas Stadium.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, ARLINGTON – Mesir berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia 4-2 dalam drama adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 di waktu normal. Sabtu (04/07/2026)

Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Arlington, Texas, menandai kemenangan pertama Mesir di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah.

Hasil ini juga menjadi pencapaian terjauh Mesir di turnamen sejak tahun 1934, ketika mereka terakhir kali mencapai babak 16 besar yang kala itu hanya melibatkan 16 tim.

Mesir sempat memimpin 1-0 pada menit ke-13 melalui sundulan Emam Ashour, yang memanfaatkan bola pantulan dari tendangan bebas.

Article ad in the middle of article

Australia kemudian menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-55 setelah Mohamed Hany melakukan gol bunuh diri dari tendangan bebas Aiden O’Neill.

Pada babak adu penalti, Hossam Abdelmaguid mencetak gol penentu kemenangan Mesir.

Dua pemain Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal mengeksekusi penalti mereka, sementara Mohamed Salah sukses menuntaskan tendangan Panenka.

Manajer Australia, Tony Popovic, mengambil risiko dengan mengganti kiper Patrick Beach dengan Mathew Ryan khusus untuk adu penalti, namun strategi ini tidak berhasil.

Kemenangan tersebut memicu emosi kuat dari tim Mesir, dengan Mohamed Salah dan pelatih Hossam Hassan terlihat menangis haru.

“Hati dan jiwa saya bersama rakyat Palestina,” ujar Hossam Hassan (Manajer Timnas Mesir). “Saya berterima kasih kepada mereka dan mendedikasikan kemenangan ini untuk mereka. Kami berhasil membuat rakyat Arab bangga. Saya ingin menang demi orang-orang baik di sini. Tuhan menghormati kami karena orang-orang baik yang ada di sini.”

Menjelang pertandingan, insiden sempat terjadi antara direktur tim Mesir, Ibrahim Hassan, dan seorang petugas kepolisian Dallas di hotel tim.

Insiden tersebut bermula ketika petugas diduga bertindak agresif saat mencegah seorang pemain berfoto dengan seorang anak.

Federasi sepak bola Mesir menganggap insiden itu sebagai “pertengkaran kecil” namun mengkritik penanganan keamanan lokal yang “buruk” dan “sikap keras” petugas kepolisian.

Pihak Kepolisian Dallas mengakui insiden tersebut, menyalahkan “individu” yang tidak “menunjukkan kredensial dengan benar”.

Mesir kini akan menuju Atlanta untuk menghadapi pemenang antara Cape Verde atau juara bertahan Argentina di babak 16 besar.

Article ad after last paragraph