HARIANEXPRESS, QUITO – Ekuador menelan kekalahan 0-1 dari Pantai Gading dalam laga debut Piala Dunia 2026, dengan penampilan Piero Hincapié menjadi sorotan utama. Jumat (14/06/2026)
Mantan penyerang timnas Kolombia, Tino Asprilla, melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Hincapié usai pertandingan.
Asprilla menilai bek muda itu “terus-menerus menderita” di lapangan, sebuah performa yang jauh di bawah standar biasanya.
Statistik Hincapié dalam pertandingan tersebut memang menunjukkan performa yang kurang memuaskan, dengan enam kali kehilangan duel dan 65% percobaan umpan yang gagal.
Ia juga hanya mencatatkan satu dribel sukses, kontras dengan perannya sebagai pilar pertahanan di klubnya, Arsenal, dan timnas Ekuador.
Kondisi ini diperparah oleh penempatan Hincapié sebagai bek sayap, bukan posisi naturalnya sebagai bek tengah, yang membuatnya harus menghadapi kecepatan penyerang Pantai Gading.
Yan Diomande, penyerang Pantai Gading berusia 19 tahun, secara konsisten berhasil mengatasi Hincapié, menunjukkan kecepatan dan kemampuan individu yang luar biasa.
Diomande, yang diperkirakan bernilai €90 juta dan bermain untuk RB Leipzig, menjadi ancaman konstan dari sisi yang dijaga Hincapié.
Setelah peluit akhir berbunyi, Hincapié dan rekan setimnya Jackson Porozo terlihat tergeletak di rumput.
Pemandangan tersebut menggambarkan kelelahan fisik dan emosional mereka setelah berjuang hingga bola terakhir di laga pembuka.
Laga ini juga menyoroti kerentanan di sisi sayap Ekuador, di mana Alan Minda juga kesulitan menunjukkan performa terbaiknya.
Pelatih Sebastián Beccacece diperkirakan akan mencari opsi lain seperti Yaimar Medina atau Pervis Estupiñán untuk memperkuat sektor sayap di pertandingan selanjutnya.
Meskipun demikian, jajaran pelatih tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Hincapié, menganggap penampilan buruk tersebut sebagai insiden terisolasi dalam karier cemerlangnya.
Ekuador kini diharapkan mampu bangkit, memperbaiki kesalahan, dan menemukan kembali performa terbaiknya di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Tim berjuluk La Tri ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu tim paling menjanjikan di Amerika Selatan.


