Selasa, 08 September 2026
Hot

Inter Milan Bidik Juara Liga Champions, Lautaro Tegaskan Bukan Obsesi

Lautaro Martinez menyatakan Inter Milan berambisi menjuarai Liga Champions, namun menegaskan trofi tersebut bukanlah obsesi bagi klub.

Article ad before first paragraph

Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS – Lautaro Martinez menegaskan ambisi Inter Milan untuk menjuarai Liga Champions, namun menekankan bahwa trofi tersebut bukanlah sebuah obsesi bagi klub berjuluk Nerazzurri tersebut. Pernyataan ini disampaikan menjelang laga pembuka mereka di kompetisi tersebut. Selasa (8/9/2026).

Inter Milan dijadwalkan akan memulai langkah mereka di Liga Champions musim ini dengan menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada hari Rabu, 8 September.

“Ini hanyalah sebuah target. Kami semua berambisi, tetapi ini bukan sebuah obsesi,” ujar Martinez seperti dikutip dari laman Inter pada Selasa.

Article ad in the middle of article

Klub terakhir kali meraih gelar Liga Champions pada tahun 2010. Saat itu, Cristian Chivu masih bermain di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho. Menariknya, Chivu kini menangani Inter, sementara Mourinho menjadi pelatih Real Madrid.

Sejak kesuksesan tahun 2010, Inter Milan tercatat pernah mencapai final Liga Champions sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2023 dan 2025. Namun, pada kedua kesempatan tersebut, mereka harus mengakui keunggulan Manchester City dan Paris Saint-Germain.

Kekalahan telak 0-5 dari PSG pada final 2025 bahkan menjadi salah satu hasil terburuk Inter di kompetisi Eropa, sekaligus kekalahan dengan margin terbesar dalam sejarah final Liga Champions.

Perjalanan Inter di musim lalu juga berakhir lebih dini. Mereka secara mengejutkan disingkirkan oleh Bodo/Glimt pada babak play-off fase gugur. Catatan Inter juga kurang memuaskan saat menghadapi Real Madrid, dengan catatan kalah dan gagal mencetak gol dalam tiga pertemuan terakhir melawan Los Blancos.

Barcelona tercatat sebagai satu-satunya tim yang pernah membuat Inter gagal mencetak gol dalam empat pertandingan Eropa berturut-turut antara periode 2003 hingga 2009.

Musim lalu, performa Inter di Liga Champions juga tidak meyakinkan, terbukti dari kekalahan lima kali dari enam pertandingan terakhirnya, hanya meraih satu kemenangan.

Jumlah kekalahan tersebut sama dengan total kekalahan yang mereka alami dalam 39 pertandingan sebelumnya, di mana mereka meraih 25 kemenangan dan sembilan hasil imbang.

Article ad after last paragraph