HARIANEXPRESS, YOGYAKARTA – Publik sepak bola Yogyakarta dikejutkan dengan mundurnya Razzi Taruna (Dyaradzi Aufa Taruna) dari jabatan manajer tim PSIM Yogyakarta. (30/04/2026)
Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, akhirnya angkat bicara dan menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara baik-baik serta sudah menjadi pertimbangan matang dari semua pihak.
Razzi mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (30/4/2026) malam, beberapa jam setelah PSIM menelan kekalahan 0-1 dari Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA). Ia tidak terlihat mendampingi tim dari bench pada laga tersebut.
Liana menambahkan bahwa Razzi telah memberikan kontribusi besar selama menjabat, termasuk saat membawa PSIM menjadi juara Liga 2 dan promosi ke BRI Super League setelah 18 tahun absen.
Meski kehilangan manajer, Liana menegaskan bahwa seluruh program PSIM tidak akan terganggu. Klub tetap fokus menyelesaikan musim kompetisi 2025/2026 dengan hasil maksimal serta melanjutkan pembangunan tim jangka panjang.
PSIM saat ini berada di peringkat menengah klasemen BRI Super League dan sedang berjuang untuk memperbaiki performa di putaran kedua.
Dalam unggahan pamitannya, Razzi Taruna menyampaikan pesan menyentuh kepada suporter PSIM (Brajamusti dan The Maident). Ia meminta maaf atas segala kekurangan dan berpesan agar suporter tidak pernah mengkhianati klub.


