Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh: Bintang Argentina Lemparkan Pukulan Usai Spanyol Juara

Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina berakhir ricuh di MetLife Stadium, AS. Leandro Paredes terlibat dalam insiden pelemparan pukulan usai laga.

Article ad before first paragraph

Final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Amerika Serikat, diwarnai kericuhan yang pecah setelah Spanyol berhasil mengalahkan Argentina di babak perpanjangan waktu. Senin (20/07/2026)

Pertandingan puncak Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, USA, menyuguhkan pertarungan sengit antara Spanyol dan Argentina.

Tim Eropa, Spanyol, berhasil mengunci gelar juara dunia pertama mereka sejak 2010 berkat gol krusial dari Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.

Namun, perayaan kemenangan Spanyol harus tercoreng oleh adegan yang tidak menyenangkan. Momen setelah peluit panjang dibunyikan berubah menjadi kekacauan di lapangan.

Article ad in the middle of article

Beberapa pemain Argentina terlihat sangat frustrasi dan tidak dapat menerima kekalahan. Mereka terlibat dalam bentrokan fisik yang terekam jelas.

Pukulan bahkan dilaporkan dilemparkan di tengah lapangan. Hal ini terjadi saat tim Spanyol memulai perayaan kemenangan mereka di sisi lain.

Gelandang Argentina, Leandro Paredes, langsung menjadi sorotan utama dalam insiden ini. Ia diusir keluar lapangan dengan kartu merah segera setelah pertandingan usai.

Paredes terlihat menendang bek Spanyol, Eric Garcia, hingga terjatuh ke tanah. Insiden ini terjadi di tengah suasana yang sudah memanas.

Tak berhenti di situ, Paredes kemudian mendorong Garcia dengan tangan melingkari lehernya. Ini terjadi ketika pemain Barcelona itu mencoba menghadapi Paredes.

Pemain Argentina lainnya, Molina, juga tampak melayangkan tinju. Ia terlihat mengayunkan pukulannya ke arah gelandang Spanyol, Rodri, menambah panjang daftar pelanggaran etika sportif.

Selain itu, Leandro Paredes juga terlihat terlibat dalam adu argumen dengan pemain Spanyol, Gavi. Kekacauan yang terjadi ini mencerminkan tingginya tensi dan emosi di akhir laga penentuan gelar juara dunia.

Peristiwa yang terjadi pasca final Piala Dunia 2026 ini segera menarik perhatian luas dari kalangan pakar sepak bola. Mayoritas dari mereka menyayangkan perilaku tidak sportif yang ditunjukkan oleh beberapa pemain Argentina.

Mantan striker timnas Inggris, Alan Shearer, secara tegas mengutuk tindakan Paredes. Ia menyatakan bahwa perilaku tersebut sama sekali tidak memiliki tempat dalam olahraga.

“Paredes melemparkan dua atau tiga pukulan ke wajah seseorang. Dia menyerang mereka,” kata Alan Shearer.

“Tidak ada tempat atau ruang untuk itu. Kami tahu seberapa besar artinya bagi mereka dan kami tahu betapa sakitnya kekalahan, tetapi ada cara untuk kalah. Terlalu sering kami melihat hal itu dari Argentina. Reaksi setelah peluit akhir sangat buruk.”

Gary Neville, seorang komentator sepak bola terkenal, memberikan evaluasi lugas mengenai perilaku Paredes. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemain tersebut.

“Saya menyukai daya saing para pemain Argentina tetapi Paredes telah menjadi aib dalam beberapa pertandingan terakhir,” ucap Gary Neville.

Wayne Rooney, seorang legenda sepak bola lainnya, mengungkapkan bahwa ia tidak terkejut dengan reaksi para pemain Argentina. Menurutnya, ini adalah pola perilaku yang sering terlihat dari tim tersebut.

“Apakah ini mengejutkan Anda? Ini tidak mengejutkan saya, saya pikir kami pernah melihat ini dengan Argentina sebelumnya dan itu bukanlah reaksi yang Anda inginkan,” kata Wayne Rooney.

“Kami juga telah melihat beberapa reaksi setelah menyingkirkan Inggris di babak sebelumnya. Saya pikir Enzo Fernandez juga mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan, jadi ini mengecewakan. Tetapi itu menyedihkan. Jika Anda kalah dalam pertandingan sepak bola, bersikaplah anggun dan pergilah dari sana. Ini sangat buruk dari mereka.”

Joe Hart, mantan kiper timnas Inggris, mengecam keras perilaku tersebut. Ia menyebutnya sebagai “menjijikkan” dan menyoroti kontrasnya dengan sikap berkelas yang ditunjukkan oleh Lionel Messi.

“Menjijikkan. Ada satu orang di lapangan yang memiliki kelas, dan itu adalah Lionel Messi – berjabat tangan dengan setiap pemain Spanyol itu,” tambah Joe Hart.

“Pertandingan sudah selesai, mereka sama sekali tidak bisa mengeluh tentang apa yang terjadi hari ini. Perilaku yang menjijikkan. Rodri, menurut saya, tidak perlu memprovokasi mereka, tetapi ketika Anda telah diusik selama 120 menit, dan Anda merasa telah dirugikan, dan Anda merasa wasit memihak lawan, dan Anda mendapatkan kemenangan itu, wasit telah meniup peluit, biarkan saja. Dan saya pikir Argentina… apakah Anda terkejut mereka melewati batas lagi?”

Micah Richards, juga seorang pakar sepak bola, mendukung pandangan rekan-rekannya. Ia merasa bahwa insiden ini sangat memalukan dan tidak seharusnya terjadi di panggung sekelas Piala Dunia.

“Kartu kuning pertama baru diberikan setelah 40 menit di babak pertama, tetapi melihat hal semacam itu setelah pertandingan dimainkan dan seseorang baru saja dinobatkan sebagai juara Piala Dunia, itu tidak cukup baik,” jelas Micah Richards.

“Jujur saja, ini cukup memalukan. Paredes di sana, dia tidak perlu melakukan itu, dia lebih baik dari itu. Dan itu tidak berhenti di situ, itu terus berlanjut, dan berlanjut, dan berlanjut. Dan kita semua tahu bagaimana rasanya kalah dalam pertandingan, kita bisa sangat frustrasi, kita mengerti itu. Tapi ini tidak cukup baik, ini sama sekali bukan tampilan yang baik.”

Leandro Paredes and Eric Garcia
Leandro Paredes dan Eric Garcia
Article ad after last paragraph