Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Curaçao Ukir Sejarah, Tahan Imbang Ekuador di Piala Dunia 2026

Curaçao ukir sejarah dengan meraih poin perdana di Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Ekuador 0-0. Penyelamatan heroik kiper Eloy Room menjadi kunci. (150 karakter)

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, KANSAS CITY – Tim nasional Curaçao berhasil menahan imbang Ekuador 0-0 pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, mengukir sejarah meraih poin perdana di turnamen. Minggu, (21/06/2026).

Kiper Curaçao, Eloy Room, tampil gemilang dengan melakukan 15 penyelamatan vital sepanjang pertandingan. Penampilannya menjadi faktor utama bagi negara pulau tersebut dalam mengamankan hasil imbang.

Poin yang diraih Curaçao ini sangat berarti karena menjadi yang pertama dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Hasil ini juga membantu mereka bangkit setelah kekalahan telak 7-1 dari Jerman di laga pembuka.

Bagi Ekuador, hasil seri ini menambah tekanan setelah sebelumnya kalah 1-0 dari Pantai Gading. Mereka kini harus mengalahkan Jerman di pertandingan terakhir untuk memiliki peluang lolos ke babak selanjutnya.

Article ad in the middle of article

Pertandingan ini dihadiri oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima dari Belanda di tribun penonton. Curaçao, yang merupakan negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia (sekitar 150.000-160.000 penduduk), menunjukkan semangat juang tinggi.

Sebanyak 5% dari populasi Curaçao diperkirakan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mendukung tim mereka. Para penggemar bahkan mengubah area pengambilan bagasi di Bandara Internasional Kansas City menjadi perayaan meriah.

“Berada di Piala Dunia adalah simbol Curaçao yang mengumumkan dirinya kepada dunia,” ujar Gillord Pisas (seorang penggemar) di Kansas City, Sabtu (20/06/2026).

Pisas menekankan pentingnya membawa suasana otentik mereka ke mana pun mereka pergi.

“Kami harus memastikan kami membawa siapa kami, secara otentik, ke mana pun kami pergi. Tidak mungkin Anda membiarkan orang dari Curaçao masuk dan tidak ada nuansa,” ujar Gillord Pisas (seorang penggemar) di Kansas City, Sabtu (20/06/2026).

Pelatih Ekuador, Sebastián Beccacece, sebelumnya telah memperingatkan timnya untuk tidak meremehkan lawan.

“Kami bukan Jerman,” ujar Sebastián Beccacece (Pelatih Ekuador) sebelum pertandingan di Kansas City, Sabtu (20/06/2026).

Eloy Room, kiper berusia 37 tahun yang sebagian besar karirnya duduk di bangku cadangan klub Eredivisie, nyaris memecahkan rekor penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia. Ia hanya terpaut satu penyelamatan dari rekor 16 penyelamatan milik Tim Howard pada tahun 2014.

Tim asuhan Dick Advocaat berhasil tampil solid di lini belakang dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya. Sementara itu, Ekuador, yang diperkuat pemain top Eropa seperti Piero Hincapié dan Willian Pacho, gagal mengkonversi banyak peluang mereka.

Enner Valencia memiliki peluang emas di awal pertandingan namun tendangannya berhasil dihalau Room. Kiper Curaçao itu juga sukses menepis upaya dari Pedro Vite, John Yeboah, Moisés Caicedo, dan Willian Pacho.

Victor Garcia, penggemar Curaçao lainnya, menyatakan kehadirannya untuk membawa energi positif.

“Saya di sini untuk membawa energi baik untuk semua orang di sini, tidak hanya untuk Curaçao tetapi di seluruh dunia,” ujar Victor Garcia (penggemar Curaçao) di Kansas City, Sabtu (20/06/2026).

Ekuador kini berada di posisi sulit dan harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Jerman di laga penentu. Hasil imbang ini menandai berakhirnya 19 pertandingan tak terkalahkan mereka.

Players of Curaçao embrace after claiming a famous point. Photograph: Amy Kontras/EPA
Para pemain Curaçao berpelukan setelah merebut poin penting. Foto: Amy Kontras/EPA
Article ad after last paragraph