Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Alireza Beiranvand Jadi Pahlawan Iran Tahan Imbang Belgia 0-0 di Piala Dunia

Kiper Iran Alireza Beiranvand tampil luar biasa dengan tujuh penyelamatan krusial, membuat Belgia frustrasi di Piala Dunia 2026. Hasil imbang 0-0 memicu kritik media Belgia.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, LOS ANGELES – Belgia ditahan imbang Iran 0-0 pada laga Piala Dunia 2026. Hasil ini memicu kritik media Belgia dan menyoroti aksi kiper Alireza Beiranvand yang gemilang. Senin, (22/06/2026).

Pertandingan kedua Grup G Piala Dunia 2026 ini berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles. Kegagalan meraih kemenangan kedua membuat Belgia kini harus mengamankan tiga poin saat menghadapi Selandia Baru pada 27 Juni demi lolos ke babak gugur.

Kiper berusia 33 tahun, Alireza Beiranvand, menjadi pahlawan bagi Iran dalam laga tersebut. Ia sukses melakukan tujuh penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas dari Maxim De Cuyper.

Penampilan luar biasa Beiranvand diganjar FIFA Man of the Match Award. Berbagai media internasional menempatkan aksinya sebagai salah satu penampilan penjaga gawang terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Article ad in the middle of article

Belgia mendominasi penguasaan bola dan terus melancarkan tekanan sepanjang pertandingan. Namun, setiap peluang yang mengarah ke gawang Iran selalu berhasil dipatahkan oleh Beiranvand.

Laga semakin menantang bagi Belgia setelah Nathan Ngoy menerima kartu merah pada menit ke-66/67. Pelanggaran fatal ini dilakukan Ngoy terhadap Mehdi Taremi yang berpotensi berhadapan satu lawan satu dengan kiper Thibaut Courtois.

Meski bermain dengan unggul jumlah pemain, Iran lebih memilih untuk bertahan dan mengandalkan solidnya lini belakang yang dipimpin oleh Beiranvand. Tim asuhan Rudi García dari Belgia pun kesulitan menembus pertahanan lawan.

Media Belgia, Het Nieuwsblad, menyebut pertandingan ini sebagai “sebuah film B yang buruk di Hollywood.” Mereka menyindir bahwa Belgia telah salah menilai Iran dalam hal olahraga, mirip dengan penyataan Donald Trump di masa lalu.

Media Sporza juga melihat Belgia tiba-tiba terjebak dalam situasi yang sangat menegangkan. Mereka menyoroti kesulitan ‘Setan Merah’ menembus pertahanan tangguh Iran.

Dengan hasil imbang 0-0 ini, Iran sementara menempati peringkat pertama klasemen Grup G Piala Dunia 2026. Belgia kini harus menghadapi laga penentu melawan Selandia Baru.

Banyak penggemar menjuluki Alireza Beiranvand sebagai “Tembok Iran” di media sosial atas aksi heroiknya. Akun @EKOautomobile menulis, “Alireza Beiranvand tak diragukan lagi adalah Pemain Terbaik Pertandingan! 7 penyelamatan luar biasa.”

@maliiih28 menambahkan, “Rating 10 gak tuh! 🤯 Tembok Berlin versi Asia Barat ini mah.” Akun @wahyuwhdn juga memuji, “Alireza Beiranvand benar-benar berubah jadi tembok hidup. 🧱🧤 Belgia dibuat frustrasi sepanjang laga, 7 penyelamatan dan clean sheet bukan statistik yang main-main.”

Kritik dari Het Nieuwsblad juga diarahkan pada Thomas Meunier yang dinilai kalah dalam duel lebih dari sekali. Penyelamatan luar biasa dari Courtois sempat menyelamatkan Belgia saat Khanaani melepaskan tembakan ke gawang.

Imbas hasil imbang ini, Belgia tampaknya hanya memiliki peluang kecil untuk menjadi juara grup. Juara grup akan berhadapan dengan Republik Ceko, dan selanjutnya berpotensi melawan Amerika Serikat atau Bosnia dan Herzegovina.

Jika Belgia finis sebagai peringkat kedua grup, mereka secara virtual akan menghadapi Australia di babak berikutnya. Pemenang pertandingan tersebut kemungkinan besar akan berhadapan dengan juara dunia bertahan, Argentina.

Sementara itu, Mesir dan Selandia Baru akan bertanding untuk memperebutkan posisi teratas klasemen grup lainnya. Lagu ‘Living on a Prayer’ dari Bon Jovi juga sempat menggema dari ratusan speaker selama jeda hidrasi pertama, mencerminkan ketegangan pertandingan.

Kevin De Bruyne Leandro Trossard | Sumber: Imago
Kevin De Bruyne Leandro Trossard | Sumber: Imago
Article ad after last paragraph